Wawancara ekslusif Kap Indonesia bersama Dinkes kota Bandung di Radio Sonata

Firda Hutami

 

Konfederasi Anti Pemiskinan (KAP) Indonesia berkesempatan untuk sharing wawancara di salah satu program siaran radio Sonata pada hari Selasa, 16 juli 2019 bersama dengan Dinas Kesehatan (DINKES) kota Bandung.

KAP Indonesia sendiri telah bekerja sama dengan DINKES Kota bendung sejak 2017 dengan konsentrasi memberikan pelayanan terhadap anak yang terpinggirkan. Adapun fokus yang menjadi pembahasan dalam wawancara kali ini adalah mengenai AYLA (Anak yang Dilacurkan) atau anak/remaja rentan yang terjebak dalam situasi eksploitasi seksual komersial serta membahas mengenai pelayanan bagi masyarakat yang ada dalam kelompok marjinal. Kasus-kasus AYLA sering kali terjadi.

 

Namun masyarakat kurang menaruh perhatian pada hal tersebut, padahal ini adalah hal yang penting. Bagaimana seorang anak dibawah umur dilacurkan, yang tentu akan berdampak buruk bagi kesehatan fisik, mental atau bahkan masa depan anak yang dilacurkan itu sendiri. Dan bagaimana bisa kita sebagai makhluk sosial membiarkan hal tersebut terjadi begitu saja?

Maka dari itu KAP Indonesia bersama Dinkes Kota Bandung berharap bahwa masyarakat dapat turut serta berpartisipasi dalam hal ini. Minimal apabia ada kasus serupa terjadi di suatu tempat, masyarakat tidak tinggal diam dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak-pihak yang berwenang.

 

Selain itu, dalam wawancara ini KAP Indonesia memaparkan bahwa telah dilaksanakannya program PEDULI Inklusi Sosial yang terfokus pada Inklusi Sosial bagi AYLA sejak 2015 lalu. KAP indonesia memfokuskan pada upaya untuk membuka akses layanan dasar-Layanan Kesehatan Reproduksi di Puskesmas bagi AYLA.

Selain membuka akses layanan dasar-Layanan Kesehatan Reproduksi di Puskesmas bagi AYLA, KAP Indonesia bersama Dinkes Kota bandung juga ingin mengubah pola pikir masyarakat terhadap Puskesmas yang kita kenal selama ini. Selama ini masyarakat berfikir bahwa puskesmas itu adalah tempat bagi orang- orang yang sakit, padahal hal itu adalah salah besar. Bukan hanya orang-orang sakit saja yang bisa datang ke puskesmas, namun puskesmas juga dapat dikunjungi oleh orang-orang yang ingin sekedar berkonsultasi baik itu dalam hal kesehatan fisik, mental ataupun konsultasi mengenai hal-hal yang ada dalam kehidupan. Karena memang pada dasarnya setiap puskesmas sudah menyediakan fasilitas untuk konseling, bahkan ada beberapa puskesmas yang memang memiliki ahli psikologi nya tersendiri. Namun lagi-lagi belum banyak orang yang tahu mengenai hal ini.

 

Karena puskesmas berbeda halnya dengan rumah sakit, dari judulnya saja kita tahu bahwa itu adalah tempat yang memang untuk orang-orang yang sedang tidak sehat/sakit. Puskesmas adalah Pusat Kesehatan Masyarakat yang berarti setiap orang berhak memeriksakan kesehatannya disana. Dan semenjak bekerjasama dengan Dinkes Kota Bandung tahun 2017 lalu, KAP Indonesia tengah bekerja di tiga wilayah kerja Puskesmas. Yakni Puskesmas Ibrahim Adjie (Kelurahan Cibangkong-Kecamatan Batununggal), Puskesmas Cipamokolan (Kelurahan Cipamokolan-Kecamatan Rancasari) dan Puskesmas Garuda (Kelurahan Garuda-Kecamatan Andir). Jadi untuk masyarakat yang memang ingin berkonsultasi, dapat mendatangi Puskesmas terdekat ataupun Puskesmas yang tertera diatas.

 

 

gallery/img_8308