No

Nama Lembaga

KAP INDONESIA (Konfederasi Anti Pemiskinan Indonesia)

1.

Alamat  Lembaga

Jl. Cigadung Raya Tengah No. 40, Bandung 40191

2.

No. Telp /Fax/E-mail

022-82526225

email : kap@kapindonesia.org web: www.kapindonesia.org

3.

Tahun Berdiri

2004

4.

Legalitas Lembaga

PERKUMPULAN dengan Akta Notaris No. 7, 08-02-2006

BKPPM No. 83/BKPPM/2008

5.

NPWP

02.497.302.6-424.000

6.

Nama Kontak

Bambang Y. Sundayana / by_sundayana@yahoo.co.id / by_sundayana@kapindonesia.org

7.

Nomor Kontak

087823277430 / 081323219606

 

KONFEDERASI ANTI PEMISKINAN INDONESIA atau disingkat KAP Indonesia merupakan lembaga yang didirikan tanggal 24 Desember 2014. KAP Indonesia berusaha untuk menguatkan kapasitas kelompok-kelompok marjinal yang kesulitan/terhambat secara akses kedalam sektor pendidikan,  sumberdaya ekonomi, sosial budaya dan hukum.

KAP Indonesia memahami kemiskinan rakyat sebagai suatu kondisi yang lahir dari tatanan yang tidak adil (akses yang tidak sama karena hanya dikuasai segelintir orang) yang dijalankan terus menerus secara sistematis sehingga melahirkan ketimpangan ekonomi, politik, sosial, budaya dan hukum. Proses panjang penyingkiran, pemiskinan, dan pembodohan terhadap rakyat terutama terjadi pada mereka yang berada pada lapisan sosial-ekonomi, politik dan budaya terpinggir dan terbawah.

Semua proses dan bentuk pemiskinan tersebut harus dihentikan dan, karena itu, diperlukan upaya yang lebih sistematis untuk membela, mempertahankan, dan memperkuat masyarakat sipil memperjuangkan hak-haknya serta diperlukan upaya menumbuhkan kesadaran kritis rakyat untuk memahami latarbelakang dari semua kemiskinan yang telah mereka alami dan derita selama ini.

Upaya tersebut harus dilakukan sendiri oleh rakyat dan karena itu, memerlukan serangkaian kerja keras untuk mengorganisasikan dan meningkatkan kemampuan mereka agar benar-benar mampu menjadi pelaku sadar dan aktif suatu gerakan perubahan sosial ke arah pemulihan hak, otonomi, dan martabat mereka sebagai warga masyarakat, warga negara, warga dunia dan di atas segalanya sebagai manusia.

Visi

Membuka akses partisipasi dan kontrol kelompok masyarakat marjinal atas politik, ekonomi, sosial budaya dan hukum

Misi

  1. Mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak pada kelompok marjinal
  2. Membangun jaringan dan aliansi strategis dalam penanggulangan kemiskinan structural
  3. Mengembangkan kapasitas organisasi masyarakat sipil dalam upaya melakukan advokasi atas persoalan kemiskinan structural

Peran Strategis

  1. Wahana bersama dalam memperjuangkan penghapusan kemiskinan struktural.
  2. Bersama aliansi strategis memperkuat posisi masyarakat sipil dalam memperjuangkan penghapusan kemiskinan struktrural.

Nilai-nilai Dasar

Dalam menjalankan misi sesuai visi dasarnya, KAP Indonesia akan selalu memegang teguh nilai-nilai berikut, baik sebagai prinsip maupun sebagai kerangka dasar cara-pandang dalam melihat suatu permasalahan, yakni :

1

Pluralisme, keyakinan bahwa perbedaan dan keragaman adalah suatu kekuatan.

2

Non diskriminasi, sikap dan prilaku yang tidak membedakan siapapun atas dasar preferensi apapun serta tidak memilih kelompok marjinal yang dilayani.

3

Hak asasi manusia, mengakui dan menjunjung tinggi serta berusaha menerapkan semua hak-hak dasar seperti yang telah disepakati masyarakat dunia.

4

Anti kekerasan, menolak terjadinya bentuk-bentuk kekerasan baik yang bersifat fisik, seksual dan psikis.

5

Demokrasi, mengakui dan menjunjung tinggi serta berusaha terus-menerus menerapkan semua prinsip partisipasi, transparansi, dan akuntabilitas.

6

Internal good governance, melaksanakan tata kelola  kelembagaan yang memisahkan kewenangan sesuai dengan fungsi dan peran masing-masing personel.

7

Kesetiakawanan dan kesetaraan, berusaha membangun hubungan-hubungan dan kerjasama dengan semua fihak atas dasar kesamaan keprihatinan dan kedudukan yang setara.

8

Keadilan jender, berusaha mewujudkan keadilan dalam hubungan-hubungan jender dalam lingkungan sendiri dan di tengah masyarakat.

9

Keberlanjutan sumberdaya dan lingkungan kehidupan, berusaha mewujudkan tercapainya keseimbangan dan kelestarian sumberdaya dan lingkungan kehidupan sekitar.

10

Kearifan lokal, menghormati dan berusaha mengembangkan sistem-sistem pengetahuan dan pranata kemasyarakatan lokal yang memang telah terbukti dan teruji selama ini mendukung ke arah kemajuan peradaban dan kemanusiaan.

11

Inklusif, terbuka untuk bekerjasama dengan berbagai pihak yang memiliki visi dan misi yang sama.