gallery/ade tulisan

Saya Merasa Tidak Dipaksa . . . .

Jasti Cahaya Nurani

 

Eksploitasi seksual  komersial anak menjadi isu yang menyeramkan, isu ini terjadi seperti peristiwa gunung es yang nampak jauh lebih sedikit dari kenyataan yang sebenarnya bahkan sulit untuk dimusnahkan berbagai macam alasan pendukung berkembangnya isu ini dari mulai kurangnya ekonomi yang menjadi alasan anak menjadi korban eska, bahkan rendahnya pendididkan termasuk dalam alasan tersebut yang paling terberat situasi lingkungan anak yang menjadi dasar terbentuknya anak menjadi dewasa sebelum waktunya.

 Lilingkungan keluarga misalnya, secara tidak disadari anak banyak yang menjadi tulang punggung keluarga membantu perekonomian keluarga, anak berhenti sekolah karena keluarga tidak mampu lagi membiayayai sekolah dan anak harus berhenti secara terpaksa namun pada dasarnya anak wajib sekolah 12 tahun tetapi alhasil yang ditemukan banyak dari mereka yang berhenti sekolah dijenjang smp tidak bisa melanjutkan ke sma.

Lalu diperkuat oleh lingkungan pertemanan, dengan gayahidup yang semakin konsumtif mereka memaksakan gaya hidup yang hedonis tanpa memikirkan kebutuhan primer disitulah terjadinya pemenuhan kebutuhan dengan cara melacurkan dirinya bahkan meminta konsumen atau clien kepada temannya dengan bahasa anak kekinian “minta gadun atau job bo” dengan bekerja seperti itu mereka mampu memenuhi segala kebutuhan dari mulai kebutuhan keluarga hingga kebutuhan hedonisnya.

Eksploitasi seksual komersial anak, mencangkup praktek-praktek kriminal yang merendahkan dan mengancam integritas fisik dan psikososial anak, deklarasi dan agenda aksi untuk menentang eksploitasi seksual komersial anak sebagai “ sebuah pelanggaran mendasar terhadap hak-hak anak. Pelanggaran tersebut terdiri dari kekerasan seksual oleh orang dewasa dan pemberian imbalan dalam bentuk uang tunai ataupun barang terhadap anak, atau orang ketiga, atau orang-orang lainnya.

Anak tersebut diperlakukan sebagai sebuah objek seksual dan sebagai objek komersial, eksloitasi komersial  anak merupakan sebuah bentuk pemaksaan dan kekerasan terhadap anak, dan mengarah pada bentuk-bentuk kerja paksa serta perbudakan modern.

Alasan anak terjun kedunia eska mereka merasa ketidak percayaan diri bahwa mereka mampu bekerja formal yang dikarenakan sdm yang tidak memadai, dan keterlanjuran hilangnya keperawanan menjadi salah satu pendukung bahasa mereka bilang “ terlanjur tidak perawan lebih baik jual diri saja” ini yang menjadi pernyataan korban bahwa dirinya merasa tidak terpaksa melakukan pekerjaan tersebut bahkan menikmati hasil dan setiap prosesnya dan alhasil mereka ketergantungan takbisa keluar dari lingkaran hitam tersebut.

Dan mereka berfikir menjual diri adalah pekerjaan termudah tanpa harus mengandalkan sdm tinggi atau kemampuan khusus hanya mengandalkan keberanian dan link mencari konsumen atau yang sering mereka sebut gadun atau tante-tante dan mereka mendapatkan link tersebut dari teman sepermainan juga dari media sosial.

Melacurkan diri akan berdampak kepada kesehatan anak yang paling terendah anak akan mendapati penyakit infeksi menular seksual yang dikarenakan sex aktif dan berganti-ganti pasangan bahkan hal yang terberat anak bisa terinfeksi virus hiv/aids.

Pada umumnya resiko anak yang terkena penyakit menular seksual yaitu penyakit gonore bisa pada perempuan ataupun laki-laki dan jamur pada alat kelamin atau sekitar alat kelamin.

Pandangan pisikologi salah satu mahasiswa maranata yang bernama imei beliau bilang, ”menurut aku ini masalah serius karena berdampak dengan fase perkembangan anak pasti ada trauma juga belum lagi cemas dan frustasi dalam diri yang notabennya gabisa cerita ke sembarang orang ”.

Dikarenakan ini masalah sulit, harus banayak faktor yang dipertimbangkan disinilah peran orangtua sangat diperlukan dan orangtua yang harus benar-benar terlibat aktif dari segala kegiatan anak serta memenuhi kebutuhan anak dan jangan menuntut anak yang berlebihan bahkan menyalahkan anak, dan berika mereka ruang untuk menjaga privacy mereka, hargai pendapatnya dan selalu ajak mereka berdiskusi atau curhat agar dengan mudah masuk kedunia mereka dan memberikan mereka kenyamanan dan rasa aman.