Dampak Covid-19 Dalam Kehidupan Saat ini
 
Oleh: salamah safitri mariyam

   Kegiatan belajar daring di rumah banyak menjadi curhatan orang tua terutama ibu ibu seperti

 

1. Mengeluhkan sulitnya membimbing anaknya dirumah, dan anak merasa ibunya lebih galak dari gurunya.

    Keadaan dirumah menjadi ramai dan sulit untuk tertib karena anak merasa jenuh sehingga mereka selalu bermain dan saling ejek. Orang tua dirumah menjadi multiperan dengan menjadi guru,ustadzah, arsitek, akuntan dan chef.

Karena pembelajaran daring yang membutuhkan kuota lebih menjadi pilihan sulit orangtua antara membeli kuota atau membeli bahan untuk makan. Jika dibelikan kuota berarti tidak dapat membeli bahan makanan begitu juga sebaliknya.

 

 

2.   Kegiatan belajar daring di rumah banyak menjadi curhatan orang tua terutama ibu ibu seperti

   Mengeluhkan sulitnya membimbing anaknya dirumah, dan anak merasa ibunya lebih galak dari gurunya.

Keadaan dirumah menjadi ramai dan sulit untuk tertib karena anak merasa jenuh sehingga mereka selalu bermain dan saling ejek. Orang tua dirumah menjadi multiperan dengan menjadi guru,ustadzah, arsitek, akuntan dan chef.

Karena pembelajaran daring yang membutuhkan kuota lebih menjadi pilihan sulit orangtua antara membeli kuota atau membeli bahan untuk makan. Jika dibelikan kuota berarti tidak dapat membeli bahan makanan begitu juga sebaliknya.

 

   

3.  Kegiatan berkumpul dihentikan sementara

    Begitupun kegiatan posyandu, posbindu, PIK R dan kegiatan PATBM yang biasa dilaksanakan hari sabtu minggu ke-1  semua dihentikan sementara, karena dapat mengundang kerumunan atau orang berkumpul demi mencegah penyebaran Covid-19 dengan tidak berkumpul dan menjaga jarak.

 

4. Nasib pengurus daerah menjadi bulan-bulana warga

    Belum lagi nasib dari para pengurus daerah seperti RT dan RW , ketika ada maling, banjir, kehilangan, orang meninggal bahkan orang yang menikah semua lapor ke RT dan RW. Saat pandemi Covid-19 pemerintah berjanji manis di televisi dan menyuruh semua warga untuk di data oleh RT dan RW. Dengan rasa kantuk dan lelah semua dilakukan demi ketentraman dan kebahagian warga, tapi apa yang dikata ketika janji manis pemimpin jauh panggang dari pada api. Untaian harapan semua warga semua hilang, tersisa kekecewaan. Imbasnya RT/RW menjadi tempat kemarahan warga, dari tudingan warga sampai fitnahan warga, kalaulah kerja RT/RW tidak disertai ketulusan, kecintaan, lebih baik turun dari jabatan. Kadang ada yang bertanya berapa Gaji RT/RW sehingga bebannya begitu berat?

   

5. Listrik diberikan gratis tapi kami tidak diberi makan

    Apakah jika kami lapar kami harus makan listrik? Ocehan seorang bapak yang bingung harus seperti apa menghidupi keluarganya ia mengatakan,“ jika keluar kami mati karena sakit dan jika di rumah kami mati kelaparan” Itu yang saat ini saya hadapi karena tidak ada pekerjaan yang menghasilkan uang, tapi kami harus makan.

 

   

    Tetapi kami sadar semua ini adalah skenario dari Allah SWT, kita sebagai pemainnya hanya bisa mengikuti apa yang dikehendaknya. Banyak hikmah dari sini dan banyak orang tua yang baru mengerti begitu besarnya tugas seorang guru. Banyak keluarga yang dulunya sulit untuk berkumpul dan bertemu dirumah, kini baru merasakan begitu nikmatnya saat berada di tengah keluarga. Bumi yang biasanya penuh dengan polusi kini udara lebih segar, lubang ozon yang besar kini sudah tertutup (menurut penelitian dan foto dari Nasa karena kurangnya kendaraan yang lalu lalang juga pabrik pabrik yang diberhentikan kegiatannya). Tetaplah bersyukur dengan semua yang kita terima saat ini,

Semoga Covid segera berlalu.

   

gallery/images-22

Virus Corona atau Covid-19 adalah virus yang  sangat berbahaya , selain dapat menular juga banyak berdampak pada kehidupan manusia saat ini. Diantaranya Sekolah dan pekerjaan yang dilakukan di rumah demi memutus rantai penularan Covid-19. Hal tersebut memberikan dampak yang mulai terasa ketika menjalani aktivitas dirumah, salah satunya adalah: