Isu-isu perempuan, anak dan kehidupan penjara dikupas mendalam dalam acara Kamu Berhak Tahu 3rd 

Firda Hutami

 

Bandung — Dewasa ini banyak fakta sosial yang tidak semua orang ketahui. isu-isu seputar perempuan, anak, bahkan kehidupan penjara hanya diketahui segelintir orang. Maka dari itu komunitas Kolektif Melek Bersama dan Lam Horas Production menyelenggarakan  acara talkshow Kamu Berhak Tahu 3rd di Audiotorium IFI Jl. Purnawarman No 32 Bandung, Sabtu (13/7/2019).

 

Acara yang dimulai pada pukul 13.30-16.00 turut mengundang narasumber yaitu Tiar Somorangkir sebagai sutradara dari film dokumenter Invisible Hopes, Bambang Y. Sundayana sebagai Derektur Konfederasi Anti Pemiskinan Indonesia (KAP) serta Yumna Nurtanty dari Kolektif Melek Bersama juga sebagai perwakilan dari Youth PKBI Jawa Barat.

 

Dalam acara ini juga menayangkan film dokumenter berjudul Invisible Hopes. Talkshow ini berfokus kepada diskusi mengenai isu-isu sosial tentang kemanusiaan. Terutama yang dialami oleh perempuan dan anak yang berada pada kelompok marginal tertentu. 

 

“tujuan dari film dokumenter ini adalah agar masyarakat tahu bahwa banyak anak yang lahir dan besar di penjara dengan segala keterbatasan fasilitas yang ada”  ungkap Tiar Simorangkir sang sutradara film Invisible Hopes.

 

Film yang diproduksi oleh Lam Horas Production ini menggambarkan betapa sulitnya seorang ibu yang melahirkan dan membesarkan anaknya tanpa seorang ayah didalam jeruji besi dengan segala keterbatasan fasilitas yang ada. Selain itu, ia ingin menumbuhkan raising awareness penonton terhadap hal-hal tersebut. 

 

Setelah pemutaran teaser film Invisible Hopes acara dilanjutkan dengan diskusi. Bambang Y. Sundayana dari KAP turut serta menayangkan video dokumenter tentang seorang anak perempuan berusia belasan tahun, namun sudah memiliki seorang anak dan harus membesarkannya sendirian akibat dari pergaulan bebas.

 

Yumna Nurtanti mengatakan “kita sebagai generasi muda bisa memberikan kontribusi nyata baik lewat proses advokasi mungkin lewat kita berjejaring, bagaimana kita berupaya menyediakan layanan ramah remaja yang konverhensif yang mudah diakses tanpa kesulitan administrasi atau kesulitan lainnya di lapangan”

 

Sementara Bambang Y. Sundayana sendiri juga mengatakan “Dalam konteks menyelesaikan permasalahan itu atau berkontribusi pada penyelesaian itu memang sangat dibutuhkan,  tetapi jangan lupa bahwa kita pun jangan lepas menuntut kepada negara untuk melakukan itu, menuntut layanan agar lebih baik dan lebih baik lagi sesuai dengan amanat dari undang-undang”

 

Sebagai generasi muda penerus bangsa, kita harus peduli terhadap isu-isu sosial hari ini. Minimal, kita peduli terhadap orang-orang disekitar kita.

 

gallery/3d256dc8-ee34-4c16-b545-e5bc6cf9ef46