ANAK DAN KEHIDUPAN SEKSUAL

Neni Sumiati

 

Saya disini akan menceritakan kehidupan anak korban eksploitasi seksual, Nama saya yang berinisial NS tinggal di Kota Bandung, latar belakang Pendidikan SMK, anak ke 5 dari 5 bersaudara, saya bergabung di program peduli dari tahun 2015 sampai sekarang. Saya akan menceritakan tentang pengalaman seorang anak berinisial AL usia 17 tahun , AL  anak ke 2 dari 4 bersaudara, AL merupakan anak kembar ketika dilahirkan AL berbeda 5 menit dari saudara kembarnya yang berinisial AF, ibu AL menikah sebanyak empat kali dari hasil pernikahannya yang kedua melahirkan dua orang anak perempuan yang sekarang masih duduk di Sekolah Dasar. AL diusai 17 tahun terkena penyakit seksual kencing nanah atau GONORE, atau anak-anak menyebutnya KAPATIL. Kemudian AL bercerita pertama kali menemanin “tante-tante”, melakukan hubungan seksual sampai terkena Penyakit Seksual Menular (PMS). AL pertama kali mengenal Dunia Gemerlap usia AL 15 tahun dikenalkan oleh teman, disana AL bersama teman-teman awalnya hanya minum dan “ajeb-ajeb” (=jingkrak-jingkrakan) kemudian AL bertemu “tante-tante” diperkirakan tinggi badannya sekitar 156 cm, rambut sebahu dalam keadaan mabuk perempuan itu menghampiri dan mengajak AL main ke Apartemen JARDIN yang berada di Jalan Cihampelas, disinilah pertama kali AL menemani dan melakukan hubungan seksual dengan “tante-tante” yang berasal dari Jakarta. Hasil dari menemanin “tante-tante” tersebut AL mendapatkan imbalan berupa uang sebesar Rp. 500,000 selain itu AL juga mendapatkan pakaian dan lain-lain totalnya sebesar 2 juta, bahkan menurut AL bahwa dirinya diajak oleh tante tersebut untuk ikut ke Jakarta, tetapi menolaknya karena AL masih mempunyai keluarga di Kota Bandung.

Semenjak itu selama dua tahun AL menjadi terbiasa main ke Dugem kemudian dan empat kali melakukan hubungan seks bersama “tante-tante” tetapi untuk imbalannya tidak sebesar ketika dia pertama kali menemani dan melakukan hubungan seksual bersama “tante-tante”, imbalannya yang sekarang AL terima sekitar Rp. 200,000 full minuman keras dan belanjaan apa saja sebesar Rp. 1 juta. Karena mendapatkan kepuasan dan imbalan yang lumayan maka AL bersama “tante-tante”melakukan hubungan seksual seminggu sekali, selain itu pengakuan AL bahwa dirinya selalu mengkonsumsi narkoba antara lain : Gele atau Ganja menurutnya bahwa dengan menggele pikiran menjadi ringan/Ngplay, Hanoman seperti tembakau harganya Rp. 100, 000/paket isinya 5 batang tetapi kalau beli satuan harganya Rp.25,000/batang rasanya seperti mau dicabut nyawa lalu menghilang, Gorila efeknya mati gaya seperti tertimban Gorila semua berat untuk berdiripun susah, tramadol, mersi efeknya semangat melakukan aktifitas yang lebih dahsyat lagi menurut AL yaitu LSD bentuknya seperti perangko yang cukup ditempelkan dilangit-langit mulut efeknya luar biasa bahkan setelah bangun tidurpun masih terasa seperti sedang Dugem badan digoyang-goyang dan tertawa sendiri bertahan samapi 24 jam harganya yang mahal sampai Rp. 1 juta biasanya AL membeli bersama teman berjumlah empat orang.

AL merupakan salah satu anak binaan Forum di Wilayah Sukajadi Kota Bandung setelah ahidup dua tahun menjadi korban eksploitasi seksual anak yang rentan terhadap penyakit menular seksual, (PMS),  tingginya aktifitas seksual yang tidak aman sehingga AL terkena PMS yaitu Gonore atau Kencing Nanah. Pada awalnya Al tidak mengetahui kalau dirinya terkena PMS dia hanya mengeluh kalau kencing selalu sakit, panas  sampai jalanpun sakit hal ini dia ceritakan kepada AT salah satu anggota Forum kemudian AT menghubungi WK yang merupakan salah satu staf KAP Indonesia yang bertugas di Wilayah tersebut selanjutnya WK menyampaikan kepada NS dan WK membuat janji dengan salah satu tenaga medis di Upt. Puskesmas Sukajadi yang berinisial BD. Setelah disepakati bersama jadwal konseling dan pemeriksaan Kesehatan Reproduksi untuk AL kemudian WK memberitahukan kepada AL. Keesokan harinya sesuai dengan jadwal yang sudah disepakati bersama AL yang didampingi oleh WK dan AT  ke Puskesmas, karena sudah ada MoU antara Forum denagan Upt. Puskesmas Sukajadi maka kami tidak melalui alur pelayanan pada umumnya tetapi kami langsung menuju ruangan konseling kemudian AL melakukan konseling hasil dari konseling tersebut BD memberikan rujukan agar AL melakukan pemeriksaan Kesehatan Reproduksi di Ruangan Pemeriksaan Umum, AL melakukannya dan hasilnya positif bahwa AL terkena PMS yaitu Gonore atau Kencing Nanah kemudian AL diberi pengobatan selama satu bulan dan selama pengobatan tersebut dilarang melakukan hubungan seksual, semua saran dari BD dilakukan oleh AL sehingga dalam waktu satu bulan sembuh. Menurut pengakuan AL semenjak kejadian tersebut menyadari bahwa prilaku yang dia jalani selama ini sangat beresiko terhadap PMS akhirnya AL mulai berubah tidak lagi melakukan hubungan seksual bergonta-ganti “tante-tante” tetapi dia hanya melakukan hubungan seksual bersama pacar dan tidak seaktif sebelumnya.

Itulah kehidupan AL dua tahun silam yang diceritakan kepada saya sebagai salah satu anggota Forum yang peduli terhadap anak di Wilayah Sukajadi, adanya cerita dari salah satu anak yang korban eksploitasi seksual diharapkan menjadi cermin bagi kita semua terutama bagi orang tua dimana kita harus pandai menjadi bagian dari anak-anak, membuat anak nyaman, menjadi sahabat dan teman disaat anak ingin bercerita tentang permasalahan dan lain-lain serta menjadi penerang disaat anak terjatuh dalam kegelapan.

 

gallery/bu neni