AKU DIBUAT TIDAK BERDAYA OLEH KEKASIH

Widya Kusrini


Anak perempuan yang pingsan itu berusia enam belas tahun, tubuh mungil dan mulut yang beraroma alkohol. Memakai kaos putih bercorak bunga, celana jeans yang ketat dan rambut hitam panjang terurai. Wajah cantik, kulit sawo matang bertanda tato kuda laut dipergelangan tangan sebelah kanan, masih tergeletak di jembatan yang dikelilingi laki-laki.

Ketika tergeletak dia dalam keadaan urat nadi tangan sebelah kiri luka parah berdarah karena goresan benda tajam. Dia anak tunggal dari keluarga yang broken home, sejak kedua orang tuanya cerai, dia tinggal bersama Bapak, Kakek dan Nenek. Dia tumbuh menjadi anak yang kurang kasih sayang dari seorang Ibu. Untuk mencari sosok seorang Ibu maka dia banyak menghabiskan waktu di luar rumah.

Saat itu malam pukul 23.00 wib, dia dalam keadaan mabuk ditemanin oleh dua orang anak laki-laki yang sebaya berjalan sempoyongan menuju rumah salah satu warga yang bernama sebut saja Ginon, tetapi sebelum tiba ke rumahnya, dia terjatuh di sebuah jembatan yang pinggirnya ada pohon bamboo, sepi, sunyi dan remang-remang. Dalam keadaan begitu, dia menangis, meracau dan tanpa sepengetahuan kedua temannya, dia mengeluarkan carter kecil kemudian menggoreskan keurat nadi tangan sebelah kiri dan seketika darah keluar dan anak itu pingsan. Kedua temannya laki-laki panik dan ketakutan, tidak tahu apa yang harus dilakukan. Tidak lama kemudian salah satu temannya yang selalu dipanggil Mar (bukan nama sebenarnya) berlari menuju rumah Ginon, sampai di rumah Ginon, Mar sambil terengah-engah bilang bahwa Der (bukan nama asli) pingsan sekarang berada di jembatan. Ginon tidak bepikir panjang langsung mengikuti Mar menuju jembatan.

Sampai di jembatan, Ginon langsung menghampiri kerumunan orang, dimana didalam kerumunan tersebut terlihat sosok tubuh mungil, perempuan dan darah yang berceceran dimana-mana. Semakin dekat sosok tubuh anak perempuan itu, Ginon langsung memeluk dan mengangkatnya, tetapi tiba-tiba ada seorang laki-laki tinggi besar tegak memakai jaket kulit dan sepatu boot ciri khas sebuah komunitas motor gede menghampiri dan menawarkan diri untuk membantu membawakan Der ke rumah Ginon. Dan Pria itu sampai di rumah Ginon langsung menuju kamar Ginon.

Der direbahkan diatas kasur, darah yang terus keluar dari urat nadi tangan, berceceran ke lantai dan mengotori pakaian kaos dan jeans Der serta seprai kasur. Ginon kemudian membersihkan luka tersebut memakai kapas dan air, darah yang terus keluar dari urat nadi Der membuat Ginon panik, Ginon tidak tahu apa yang harus dilakukan? Membawanya ke Poliklinik terdekat? Akhirnya Ginon menelopon seorang teman kerja yang bernama Putri (nama samaran) dan menceritakan kronologis kejadian yang menimpa Der, kemudian Putri memberikan saran agar darah dari luka Der jangan terus keluar maka perlu ditutup oleh perban dan keadaan Der jangan sampai pingsan. Ginon sigap melaksanakan saran dari Putri dan berhasil.

Der siuman sambil melihat sekitar di ruangan kamar Ginon, berbicara “aku ada dimana?kenapa tangan memakai perban?” Ginon sambil duduk disampingnya menjelaskan semuanya sampai kenapa Der berada di kamar ini. Der langsung bangun dan memeluk Ginon sambil menangis sesenggukan, Ginon membelai rambutnya kemudian memberikan minum air putih agar Der tenang.

Setelah tenang Der turun dari tempat tidur dan duduk dilantai sambil bersandar ketempat tidur memegang kedua kakinya. Masih dalam keadaan lemas dan aroma alkohol dari mulutnya yang masih tercium, Der menatap kosong kepada Ginon, Ginon pelan-pelan berbicara dan menayakan kenapa Der nekad mau bunuh diri. Der menangis sambil memeluk erat Ginon.


Tidak lama kemudian sambil melepaskan pelukan, Der menceritakan kenapa nekad mau bunuh diri. Der mempunyai pacar laki-laki dewasa bernama Amo (bukan nama asli), salah satu pengurus Komunitas Motor di salah satu Kecamatan yang berada di Kota Bandung. Amo sering melakukan kekerasan fisik terhadap Der, cinta Der terhadap Amo begitu dalam sehingga ketika Amo melakukan kekerasan fisik, Der tidak berdaya, hanya diam dan menikamatinya. Selain itu Der sering dijadikan pemuas nafsu birahinya, Der pernah melakukan kesalahan kecil kemudian Amo marah besar sampai Der disiksa dan jemari tangan Der disulut rokok, Amo melakukan semua itu malam hari didepan teman-temannya di sebuah lapang sepak bola. Perlakuan Amo yang kasar terhadap Der bukan sekali saja tetapi hampir setiap minggu, ketika Amo ada masalah maka Der menjadi korban pelampiasan kemarahannya dan hal itu terulang terus.

Atas nama cinta Der dibuat tidak berdaya oleh kekasih, dia tetap bertahan menjadi pacar Amo walaupun Amo memperlakukan Der bukan seperti anak-anak atau perempuan tetapi Der menikmatinya. Bukan karena diperlakukan kasar yang membuat Der nekad bunuh diri tetapi karena Amo sering selingkuh, hal inilah yang membuat Der tidak tahan kemudian nekad bunuh diri menggunakan carter kecil yang dibeli disalah satu apotek.


Anak-anak kerap menjadi korban objek kekerasan yang dilakukan oleh orang dewasa yang berada disekitarnya, secara fisik anak-anak adalah pihak yang lemah sehingga ketika mendapatkan kekerasan secara fisik maka anak hanya diam, hal inilah terlihat dari sikap Der yang hanya diam tanpa perlawanan. Atas nama cinta sehingga Der tidak berdaya. Teman – teman dan lingkungan sekitarnya yang mengetahui terjadinya kekerasan terhadap Der hanya diam saja dan menutup mata seolah tidak terjadi apa-apa. Dengan kejadian itu siapa yang harus disalahkan selain pacarnya? apakah teman-teman dan lingkungan sekitar Der juga ikut bertanggungjawab?

 

 

Dalam Pelukanmu
Dalam pelukanmu aku menemukan kehangatan seorang ibu yang tiada
Dalam pelukanmu aku merasakan kasih sayang seorang ibu yang hilang
Dalam pelukanmu aku merasakan getaran cinta seorang ibu yang putus
Dalam pelukannmu aku merasakan senyuman seorang ibu yang terkubur
Dalam pelukanmu aku merasakan kedamaian
Dalam pelukanmu aku ingin menceritakan semua
Keluh kesah, manis, pahit, hitam dan putih perjalanan kehidupanku
Sampai aku tertidur dengan tenang selamanya.

 

...

 

Aku Tak Berdaya
Atas nama cinta, aku tak berdaya
Cinta begitu kuat sehingga aku tak berdaya terhadapmu
Aku tak berdaya dihadapanmu
Aku tak berdaya atas sikap yang pernah kau lakukan
Aku tak berdaya dibalik ketegaranku
Aku hanya seorang perempuan yang tak berdaya

gallery/poto koleksi der